Selasa, 15 November 2011

Memanfaatkan Facebook Dalam Pembelajaran

Facebook merupakan situs jejaring sosial terbesar di dunia. Saat ini, hampir semua orang telah memiliki akun Facebook, dari pejabat tinggi hingga orang kecil di pedesaan. Demikian pula siswa-siswa SMA Al Baladul Amin 100% telah memiliki akun Facebook. Melihat gejala ini tentunya kita tidak ingin Facebook hanya menjadi sarana jejaring sosial. Sebagai pendidik, saya berusaha memanfaatkan Facebook dalam menunjang pembelajaran dengan cara sebagai berikut: 1. Meletakkan bahan ajar secara online.
Facebook memiliki fasilitas notes atau catatan yang bisa diisi dengan teks dan gambar. Oleh karena itu kita bisa memasukan bahan ajar di Facebook lewat fasilitas ini. Tujuannya adalah agar siswa dapat mengakses bahan ajar yang kita gunakan kapan saja dan dimana saja tanpa dibatasi oleh ketersediaan buku dan catatatan.
2. Diskusi Online
Setelah pembelajaran selesai, terkadang masih ada siswa yang belum faham materi pelajaran. Dengan membuat fasilitas grup di Facebook yang anggotanya berisi siswa di kelas tertentu, maka kita dapat mengadakan diskusi. Pada forum inilah siswa yang belum mengerti pelajaran bisa bertanya. Sebelum guru menjawab, tentu siswa lain yang jadi anggota juga bisa mencoba memberikan jawaban sehingga diskusi menjadi 2 arah, guru dengan siswa dan siswa dengan siswa.
3. PR Online
Dengan adanya group yang berisi siswa-siswa kelas tertentu, saya jadi mudah untuk memberikan tugas atau pengayaan bagi siswa. Tugas saya kirimkan ke pada semua siswa lewat fasilitas pesan. Bahkan jika tersedia, maka saya bisa memberikan tugas yang berbeda kepada siswa sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Jawaban siswa dikirimkan lewat balasan pesan sehingga dengan sekali klik saya bisa mengecek berapa persen siswa yang telah mengumpulkan tugasnya.
4. Memantau Perilaku Anak
Melalui status yang dibuat, maka kita dapat menilai peristiwa, perasaan atau kondisi kejiwaan yang sedang dialami siswa. Dengan memantau status mereka kita akan memperoleh gambaran apa yang sedang dialami siswa. Hal ini penting sebagai bahan pertimbangan untuk persiapan mengajar keesokan harinya. Demikian pula kita dapat menyisipkan petuah atau nasehat penting di sela-sela pelajaran sesuai dengan permasalahan yang dialami siswa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar